- Perilaku 'pick me' dapat membahayakan kesehatan mental individu jika dilakukan secara berlebihan.
- Pengaruh rasa insecure dapat memicu seseorang untuk terus membandingkan diri demi mendapatkan pengakuan.
- Ketergantungan pada penilaian orang lain dapat memperburuk kondisi psikologis, meningkatkan risiko gangguan mental.
Istilah "pick me" kini semakin banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda. Istilah ini merujuk pada perilaku seseorang yang berusaha menarik perhatian dan pengakuan dari lingkungan sekitar, biasanya dengan cara membandingkan diri mereka dengan orang lain atau merendahkan diri sendiri. Sayangnya, ketika perilaku ini dilakukan secara berlebihan, dampaknya terhadap kesehatan mental individu dapat menjadi sangat serius.
Cika Humaira, seorang psikolog yang berpraktik di Blitar, menjelaskan bahwa perilaku "pick me" cenderung muncul dari ketidakamanan atau rasa insecure seseorang. Dalam upaya untuk mendapatkan validasi dan pengakuan, individu yang merasa kurang percaya diri sering kali membangun citra diri yang berlebihan. Mereka merasa harus tampil unggul di mata orang lain, sebuah pola yang, jika terus menerus dilakukan, dapat menyebabkan dampak negatif bagi psikologis mereka.
Mintalah rasa pujian dan penghargaan adalah sifat manusia yang alami. Namun, tantangannya muncul ketika seseorang merasakan kebutuhan untuk terus-menerus berkomparasi, yang dapat mengarah pada ketergantungan emosional pada penilaian orang lain. Ketika pengakuan tidak diperoleh, rasa percaya diri dapat terguncang semakin dalam, yang menyebabkan individu merasa tidak bernilai dalam pandangan diri mereka sendiri. Cika mengingatkan bahwa dampak dari perilaku ini tidak bisa dianggap sepele, karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental seperti kecemasan atau depresi.
Memahami perilaku ini merupakan langkah awal bagi masyarakat Blitar untuk saling mendukung serta mencegah masalah kesehatan mental yang lebih serius. Dengan menyadari bahwa setiap orang membutuhkan apresiasi, kita harus menjaga agar cinta diri dan penerimaan pribadi tidak terpaku pada pandangan orang lain. Dukungan satu sama lain di komunitas ini bisa menjadi kunci untuk mengatasi dan menanggulangi efek negatif dari perilaku "pick me".