- Identitas korban KM Virgo Transport 8, Susanto, berhasil diidentifikasi melalui dompet yang ditemukan di saku celananya.
- Evakuasi dilakukan oleh tim SAR gabungan untuk lima jenazah sekaligus, menunjukkan upaya yang luar biasa dari tim penyelam.
- Kepala Desa Krisik mengungkapkan pentingnya dokumen identitas dalam mempercepat proses pengenalan jenazah.
Tim SAR gabungan berhasil mengidentifikasi salah satu korban insiden tenggelamnya KM Virgo Transport 8 yang terjadi beberapa waktu lalu. Jenazah Susanto, seorang warga Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, ditemukan pada hari Senin (28/9) di dalam bangkai kapal. Proses identifikasi korban berlangsung cepat berkat penemuan dompet yang masih tersimpan rapi di saku celana korban. Dompet tersebut berisi dokumen penting seperti KTP dan SIM, yang menjadi petunjuk signifikan bagi petugas dalam memastikan identitasnya.
Kepala Desa Krisik, Hari Budi Setiawan, menyatakan bahwa Susanto merupakan salah satu dari lima jenazah yang dievakuasi pada hari tersebut. Ia menjelaskan, meskipun kondisi jenazah sudah terendam cukup lama, keberadaan dokumen di dompet membuat proses identifikasi menjadi efisien. โJenazah almarhum ditemukan oleh tim penyelam pada Senin siang. Dompet almarhum masih tersimpan utuh di saku celana, di dalamnya ada KTP, SIM, dan dokumen lain. Makanya proses identifikasinya sangat cepat,โ ujar Wawan, sapaan akrabnya, dalam keterangan terpisah.
Evakuasi dilakukan tidak hanya untuk jenazah Susanto, tetapi juga untuk beberapa korban lainnya yang sebelumnya terperangkap di dalam kapal. Upaya ini menjadi bagian dari misi kemanusiaan yang melibatkan kepahlawanan tim penyelam, yang terus bekerja keras meskipun dalam kondisi yang menantang. Dengan identifikasi korban yang berlangsung cepat, diharapkan keluarga dapat segera mendapatkan kejelasan dan melaksanakan proses pemakaman dengan baik.
Insiden tenggelamnya KM Virgo Transport 8 meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Blitar, terutama bagi keluarga para korban. Diharapkan ke depan, kejadian serupa tidak akan terulang, dan terdapat langkah-langkah yang lebih baik dalam menjaga keselamatan transportasi laut di wilayah kita.