- Pecel Madiun terkenal dengan bumbu khas yang menggunakan jeruk purut.
- Kulit jeruk purut, bukan dagingnya, yang digunakan untuk menambah cita rasa.
- Kacang tanah disangrai tanpa minyak untuk menciptakan tekstur dan rasa yang berbeda.
Blitar, dalam perjalanan kuliner kita, tak lengkap rasanya tanpa mencicipi pecel yang dikenal sebagai salah satu hidangan khas daerah. Pecel Madiun menjadi sorotan karena memiliki bumbu kacang yang unik dan cita rasa yang khas. Kunci dari kelezatan bumbu ini terletak pada penggunaan jeruk purut—buah yang tidak hanya memberikan aroma segar, tetapi juga menyuntikkan variasi rasa yang berbeda dibandingkan racikan pecel lainnya.
Dalam proses pembuatan bumbu Pecel Madiun, jeruk purut hadir sebagai salah satu bahan penting. Tak hanya daun jeruk purut yang digunakan, tetapi juga kulitnya yang diolah dengan cara dihaluskan bersama bahan-bahan lain seperti cabai, gula merah, dan asam jawa. Penggunaan kulit jeruk purut, sekitar satu sendok makan, memberikan sensasi rasa tersendiri yang menyegarkan. Aromanya yang khas adalah salah satu faktor pembeda yang membuat pecel ini sangat menarik bagi pencinta kuliner.
Penting untuk dicatat bahwa bumbu ini disiapkan tanpa menambahkan kencur dan bawang putih, serta kacang tanah yang digunakan dalam jumlah sekitar 1,2 kilogram disangrai tanpa minyak. Proses sangrai dilakukan dengan cermat agar kacang matang sempurna sebelum dikupas kulitnya. Kemudian, kacang dihaluskan dalam keadaan kering, sebuah cara yang dipercaya dapat memperpanjang umur bumbu untuk penyimpanan. Dengan segala keunikan dan cara pengolahan ini, Pecel Madiun tidak hanya menjadi hidangan pelengkap, tetapi juga menjadi simbol kekayaan rasa kuliner lokal yang patut diapresiasi oleh masyarakat Blitar dan sekitarnya.