Jumat, 16 Oktober 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda › Pemerintahan › Ketua DPRD Blitar: Kelangkaan BBM Jadi Tantangan Ekonomi, Pertamina Harus Ambil Langkah di Kediri Raya

Ketua DPRD Blitar: Kelangkaan BBM Jadi Tantangan Ekonomi, Pertamina Harus Ambil Langkah di Kediri Raya

Ketua DPRD Blitar: Kelangkaan BBM Jadi Tantangan Ekonomi, Pertamina Harus Ambil Langkah di Kediri Raya
Poin Penting:
  • Kelangkaan BBM seperti Pertalite berdampak signifikan pada ekonomi masyarakat Blitar.
  • Kenaikan harga BBM berpotensi memicu inflasi dan merugikan pengeluaran masyarakat.
  • Pentingnya peran pemerintah dan Pertamina untuk mengatasi masalah distribusi BBM.

Ketua DPRD Blitar, Syahrul, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kondisi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang dialami masyarakat. Dia berpendapat bahwa ketersediaan BBM, khususnya jenis Pertalite yang kini sulit diakses, berperan vital dalam mendukung aktivitas ekonomi sehari-hari. Saat ini, masyarakat terpaksa beralih ke BBM lain seperti Pertamax yang harganya jauh lebih mahal. "Golek duit ki angel, terus apa-apa mahal. Ketika Pertalite sulit ditemui, masyarakat mau tidak mau harus mengeluarkan biaya lebih untuk Pertamax," ujar Syahrul, menambahkan bahwa perubahan ini dapat meningkatkan beban finansial masyarakat yang sudah terbebani oleh tingginya biaya hidup.

Syahrul juga memperingatkan bahwa lonjakan harga BBM akan berdampak langsung pada biaya transportasi dan distribusi barang. Efek domino ini berpotensi memicu inflasi jika tidak ditangani dengan cepat. "Kenaikan biaya operasional akan mendorong harga kebutuhan pokok melambung. Oleh karena itu, pemerintah pusat perlu segera mengambil tindakan untuk menstabilkan keadaan ini," tegasnya.

Lebih lanjut, perhatian Syahrul tidak hanya terfokus pada kelangkaan Pertalite, tetapi juga pada kesulitan pengadaan solar, yang sangat diperlukan oleh kendaraan bermesin diesel yang mendukung sektor transportasi. Ketika biosolar sulit diperoleh, para pengemudi kendaraan niaga terpaksa mencari alternatif agar kegiatan mereka tetap berjalan. Ia juga mencatat bahwa daerah lain mengalami kesulitan dalam mendapatkan Dexlite meskipun BBM tersebut bukan subsidi. "Banyak angkutan seperti bus dan truk mengalami masalah ketika biosolar langka, mereka tidak bisa berhenti, sehingga harus mencari solusi lain," ungkapnya, mengakhiri pembicaraan dengan harapan adanya langkah konkret dari pihak Pertamina dan pemerintah untuk mengatasi persoalan ini.