- AI digunakan untuk mendukung dan mempermudah peran guru dalam pendidikan.
- Workshop AI menciptakan ruang bagi guru untuk belajar dan beradaptasi dengan teknologi.
- Agus Supriyadi menekankan pentingnya pemahaman yang tepat terhadap perkembangan teknologi AI.
Dalam era teknologi yang kian maju, penggunaan kecerdasan buatan (AI) di dunia pendidikan sejatinya bukanlah untuk menggantikan peran guru, melainkan untuk memperkuat dan mempermudah proses belajar mengajar. Hal ini menjadi sorotan utama dalam Workshop AI bertajuk "Guru Juga Mampu", yang diselenggarakan oleh Jawa Pos Radar Blitar bekerja sama dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Blitar. Kegiatan ini diadakan di Gedung Vocation Edutorium SMK Negeri 1 Blitar pada Rabu (17/9) dan dihadiri oleh sekitar 50 guru SMK dari seluruh Blitar Raya.
Para peserta menunjukkan respons yang sangat positif, dengan tingkat antusiasme yang tinggi saat mengikuti setiap sesi pelatihan. Workshop ini tidak hanya memberikan pemahaman tentang teknologi AI, tetapi juga mengajak para pendidik untuk mengeksplorasi berbagai cara pemanfaatan AI dalam proses pembelajaran di kelas. Pelatihan ini menjadi ajang bagi guru untuk beradaptasi dan memahami perkembangan teknologi yang semakin pesat di lingkungan pendidikan.
Agus Supriyadi, Kasi SMK dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Blitar, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan pelatihan tersebut. Agus mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat relevan dan sesuai dengan kebutuhan guru di tengah pergantian zaman yang ditandai oleh inovasi teknologi. Ia juga menilai bahwa peserta aktif terlibat, menunjukkan ketertarikan terhadap materi yang disampaikan, serta mampu menerapkannya dalam konteks masing-masing.
Menurut Agus, penting bagi guru untuk memiliki pemahaman yang tepat dalam menyikapi perkembangan AI. Guru seharusnya tidak melihat teknologi ini sebagai ancaman, melainkan sebagai alat bantu yang dapat memfasilitasi proses pendidikan. "AI bukan untuk menggantikan peran guru. Justru, teknologi ini dapat menjadi penunjang yang membuat proses belajar menjadi lebih efektif," tegas Agus, menegaskan bahwa posisi guru tetap esensial dalam pendidikan, meski teknologi terus berevolusi.