- 1. Dinkes Kota Blitar menemukan 1.937 kasus hipertensi dan banyak kasus diabetes melitus.
- 2. Penyakit tidak menular juga meningkat di kalangan usia produktif (21-40 tahun).
- 3. Perempuan mendominasi jumlah penderita PTM dibandingkan laki-laki.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar mencatat bahwa penyakit tidak menular (PTM), khususnya hipertensi dan diabetes melitus, menjadi fokus utama perhatian kesehatan masyarakat. Melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang berlangsung hingga Agustus 2026, terdeteksi 1.937 kasus hipertensi serta jumlah yang signifikan untuk diabetes melitus, yang mencakup 152 penderita DM tipe 1 dan 760 penderita DM tipe 2. Temuan ini menunjukkan perlunya kesadaran yang lebih besar akan kesehatan di kalangan masyarakat Blitar.
Menariknya, kasus PTM tidak hanya terakumulasi pada usia lanjut, tetapi juga mengkhawatirkan saat ditemui pada kelompok usia produktif, khususnya mereka yang berusia antara 21 hingga 40 tahun. Drg. Silvia Dewi Kusumawati, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Blitar, menjelaskan bahwa hipertensi dan diabetes adalah dua penyakit yang paling sering ditemukan selama pemeriksaan kesehatan.
Salah satu hal mencolok dari data tersebut adalah dominasi perempuan sebagai kelompok penderita PTM, dengan jumlah sekitar 50 persen lebih banyak dibandingkan laki-laki. Situasi ini semakin mempertegas pentingnya pemahaman mengenai risiko dan pencegahan terhadap penyakit ini di kalangan perempuan, yang seharusnya menjadi prioritas dalam upaya pencegahan PTM.
Dinas Kesehatan Kota Blitar terus menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan sebagai langkah awal untuk mendeteksi PTM secara dini. Dengan semakin cepatnya penyakit terdeteksi, diharapkan langkah pencegahan yang sesuai dapat segera diambil. Dinkes juga mengajak masyarakat untuk aktif mengikuti program Cek Kesehatan Gratis sebagai upaya skrining awal terhadap kesehatan mereka.