- Sekolah Rakyat Kota Blitar telah menerima 27 siswa baru, meningkatkan total jumlah siswa menjadi 216.
- Penerimaan siswa dilakukan secara bertahap sesuai dengan konsep pendidikan berasrama yang diterapkan.
- Pemerintah memberikan prioritas penerimaan bagi keluarga yang sangat membutuhkan.
Sekolah Rakyat di Kota Blitar terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan akses pendidikan dengan menerima 27 siswa baru, menjadikan total siswa yang terdaftar mencapai 216. Penambahan siswa ini dilakukan secara bertahap, sejalan dengan konsep pendidikan berasrama yang dimiliki oleh sekolah ini. Sistem ini dirancang agar siswa dapat bergabung pada waktu yang berbeda tanpa khawatir akan tertinggal dalam kurikulum yang dilaksanakan.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Blitar, Eka Atikah, menjelaskan bahwa penerimaan siswa secara bertahap sudah direncanakan sejak awal berdirinya Sekolah Rakyat. Beliau menekankan bahwa pola pembelajaran di Sekolah Rakyat memberikan waktu belajar yang lebih panjang dibandingkan dengan sekolah reguler. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap siswa, tidak peduli kapan mereka bergabung, tetap dapat mengikuti pembelajaran secara optimal.
Dalam kurun waktu satu setengah bulan sejak pembukaan, siswa yang lebih dahulu bergabung telah mulai beradaptasi dengan kehidupan di asrama. Mereka telah menjalani berbagai kegiatan dan mulai merasa nyaman dalam lingkungan baru ini. Sementara itu, siswa yang baru mendaftar selama dua minggu terakhir juga menunjukkan perkembangan positif dalam berinteraksi dengan teman-teman mereka yang telah lebih dahulu menetap.
Eka Atikah berharap bahwa keberhasilan adaptasi siswa ini dapat mengurangi kekhawatiran orang tua yang masih ragu untuk menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat. Kesempatan untuk bergabung masih terbuka lebar, mengingat kuota penerimaan siswa belum sepenuhnya terpenuhi. "Kami menerima banyak usulan dari warga Kota Blitar dan daerah lain yang ingin menyekolahkan anak mereka di sini, tetapi prioritas tetap diberikan bagi keluarga yang sangat membutuhkan," ujarnya.