- Gangguan saluran napas kronis mencapai 62,27 persen dari total kasus penyakit paru di RSUD Mardi Waluyo.
- Polusi udara dan asap rokok sebagai penyebab utama tingginya angka kasus gangguan saluran napas.
- Pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap kesehatan paru dan langkah pencegahan terhadap infeksi, terutama tuberkulosis.
RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar mencatat bahwa gangguan saluran napas kronis merupakan masalah kesehatan yang paling mendominasi, dengan kasus mencapai 62,27 persen dari total penyakit paru yang ditangani. Hal ini menunjukkan adanya tantangan signifikan bagi masyarakat Blitar, mengingat dampak polusi udara yang semakin hari semakin mencemari lingkungan, termasuk asap rokok yang menjadi perhatian besar. Dr. Gandhi Estrada Atmanto, dokter spesialis paru dari rumah sakit tersebut, menjelaskan bahwa kondisi ini mencakup berbagai gangguan seperti asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), dan bronkitis kronis.
Dalam laporan, tercatat 604 kasus gangguan saluran napas kronis, sementara infeksi saluran napas bawah akuntanya sebanyak 211 kasus, dan 155 kasus lainnya meliputi berbagai jenis penyakit paru yang berbeda. Data ini menunjukkan bahwa meski menjadi perhatian utama, ada pula berbagai tantangan lain yang harus dihadapi oleh pasien dengan penyakit paru di Blitar.
Dr. Gandhi menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat, terutama dengan adanya perubahan cuaca yang berpotensi meningkatkan angka kesakitan, terutama keluhan saluran pernapasan. Ia mengingatkan agar masyarakat lebih waspada terhadap polusi udara dan meminimalisir paparan asap rokok, sekaligus mencegah penyebaran kuman tuberkulosis, terutama di lingkungan yang padat penduduk.
Dengan upaya kolektif dalam meningkatkan kesadaran kesehatan dan pengendalian polusi, harapannya kasus gangguan saluran napas kronis di Blitar dapat menurun, dan masyarakat dapat hidup lebih sehat dan produktif.