- 200 kios di Pasar Legi dibongkar sebagai bagian dari transformasi menjadi ruang hall yang lebih terbuka.
- Progres pembongkaran saat ini mencapai 40% dengan harapan selesai sebelum 14 Desember.
- Perubahan ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi dan menarik minat generasi muda.
Pembongkaran bibir 200 kios di Pasar Legi menjadi sorotan utama masyarakat Blitar karena kios-kios yang diruntuhkan adalah bagian dari proyek pembangunan kembali yang dibiayai sebesar Rp 7,4 miliar setelah mengalami kebakaran hebat pada tahun 2021 lalu. Dengan rencana yang matang, Pemerintah Kota Blitar berkomitmen menghadirkan area yang lebih terbuka dan modern, sehingga Pasar Legi dapat menarik lebih banyak pengunjung, terutama dari generasi muda atau Gen Z.
Pada Rabu (30/9), Komisi II DPRD Kota Blitar melakukan inspeksi mendadak untuk meninjau langsung kemajuan proyek tersebut. Dalam sidak tersebut, Ketua Komisi II Yohan Tri Waluyo mengungkapkan bahwa progres fisik pembangunan telah mencapai 40 persen. Dirinya menjelaskan bahwa pembongkaran tidak hanya terbatas pada sebagian kecil area, melainkan mencakup seluruh bagian yang telah ditetapkan untuk membangun sebuah hall yang terbuka dan dapat menyelenggarakan berbagai aktivitas.
Yohan berharap agar pengerjaan dapat selesai sebelum batas akhir kontrak pada tanggal 14 Desember mendatang, serta memastikan bahwa pelaksana dan konsultan pengawas dapat menjaga kualitas dan standar pada setiap tahap pembangunan. Melalui perubahan konsep ini, diharapkan Pasar Legi akan menjadi daya tarik baru di tengah masyarakat, dan mendorong aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar, Parminto, menjabarkan lebih jauh tentang motivasi dibalik pembongkaran sejumlah kios tersebut, menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk menghadirkan ruang yang lebih atraktif, dinamis, dan nyaman bagi para pengunjung. Dengan adanya area baru tersebut, pasar diharapkan dapat kembali ramai serta memberikan peluang bagi para pelaku usaha dan pedagang lokal untuk tumbuh dan beradaptasi dengan selera serta kebutuhan generasi muda saat ini.