- Program Bahasa Inggris di LPKA Blitar melibatkan tutor asing dari Finlandia untuk meningkatkan keterampilan anak binaan.
- Bahasa Inggris dianggap sebagai bekal yang penting untuk reintegrasi sosial dan peningkatan peluang pendidikan serta kerja.
- LPKA Blitar menyelenggarakan kolaborasi dengan berbagai instansi untuk mendukung aspek pendidikan anak binaan.
Sebanyak puluhan anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Blitar mengikuti program pembelajaran Bahasa Inggris yang dilaksanakan oleh tutor asal Finlandia. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan bekal yang berharga bagi anak-anak tersebut setelah menyelesaikan masa pidana mereka. Kepala LPKA Blitar, Jaka Prihatin, menyatakan bahwa kemampuan Bahasa Inggris sangat penting untuk memfasilitasi reintegrasi sosial bagi anak binaan. Keterampilan ini tidak hanya membuka akses informasi global tetapi juga meningkatkan peluang pendidikan dan kerja di masa depan.
Dalam program ini, materi yang diajarkan mencakup kosakata, percakapan sehari-hari, serta pelatihan kepercayaan diri dalam berbicara di depan umum. Menurut Jaka, pembelajaran langsung dari native speaker membuat anak-anak lebih mudah memahami aspek pengucapan dan intonasi yang benar. Hal ini diharapkan dapat membantu mereka menjadi lebih percaya diri saat berinteraksi dengan masyarakat setelah kembali dari LPKA.
Program Bahasa Inggris ini merupakan salah satu dari delapan program prioritas yang digagas oleh LPKA Blitar untuk membangun kepribadian dan kemandirian anak binaan. LPKA juga berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sekolah, universitas, dan relawan internasional, untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pemenuhan hak pendidikan anak-anak tersebut. Antusiasme anak binaan terlihat sangat tinggi, menunjukkan niat mereka untuk belajar dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan yang lebih baik.