- Anggrek Vanda, khususnya Vanda Lombokensis, menjadi pilihan ideal bagi penghobi tanaman di Blitar.
- Sugeng menggunakan media alami seperti kayu dan bambu untuk merawat anggrek secara efisien.
- Anggrek Vanda dikenal tahan terhadap kondisi lembap, menjadikannya pilihan aman pasca-banjir.
Di tengah kesibukan sehari-hari, Anggrek Vanda muncul sebagai primadona bagi para penghobi tanaman di Blitar, termasuk diantaranya Sugeng, seorang pegawai negeri sipil yang aktif. Sugeng menilai anggrek Vanda, terutama Vanda Lombokensis, sangat sesuai dengan kondisi iklim dan lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Jenis anggrek ini tidak hanya terkenal karena keindahannya, tetapi juga kemampuannya beradaptasi dengan baik di dataran rendah, menjadikannya pilihan favorit bagi warga lokal.
Sugeng memanfaatkan waktu luang yang ia miliki untuk merawat berbagai jenis tanaman, termasuk koleksi anggreknya yang terus bertambah. Pengalamannya menunjukkan bahwa perawatan anggrek tidak harus rumit; ia menggunakan metode sederhana dengan menempatkan tanaman di media alami seperti kayu dan bambu, yang membuat perawatannya lebih praktis dan menghemat ruangan. Menariknya, akar anggrek Vanda yang ditempatkan pada bagian atas media diikat sedemikian rupa agar stabil, memungkinkan pertumbuhan yang optimal.
Kepindahan Sugeng dari merawat Dendrobium ke Vanda ini juga didorong oleh pengalaman pahit saat mengalami banjir yang mempengaruhi tanaman sebelumnya. Ia menemukan bahwa Vanda lebih tahan terhadap kondisi lembap dan bahkan dapat bertahan selamat dari genangan air yang cukup dalam. Hal inilah yang membuatnya sangat percaya pada potensi anggrek Vanda sebagai tanaman hias yang tangguh, sekaligus indah.
Di antara variasi Vanda yang dimiliki Sugeng, Vanda Lombokensis mengundang perhatian khusus berkat aroma harum yang mengeluarkan wewangian semerbak pada pagi hingga siang hari. Meskipun aroma tersebut berkurang menjelang sore, keindahan dan produktivitas bunganya membuatnya sangat diminati. Ia mengungkapkan bahwa banyak sistematik dari Vanda Lombokensis yang sudah menunjukkan hasil dengan sekitar 15 varietas yang pernah berbunga. Dengan kisaran harga bibit yang bervariasi antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu, tanaman ini menjadi pilihan terjangkau bagi masyarakat yang ingin menghias rumah dengan keindahan anggrek.