Jumat, 16 Oktober 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda › Ekonomi › IHSG Terpuruk 10,76 Persen, Ratusan Saham Di Bawah Tekanan Jual di Pasar Modal

IHSG Terpuruk 10,76 Persen, Ratusan Saham Di Bawah Tekanan Jual di Pasar Modal

IHSG Terpuruk 10,76 Persen, Ratusan Saham Di Bawah Tekanan Jual di Pasar Modal
Poin Penting:
  • IHSG turun 10,76 persen menjadi 5.233, dampak dari aksi jual massal di pasar.
  • Sebanyak 771 saham terkoreksi, dengan 30 saham menyentuh batas ARB.
  • Volume transaksi mencapai Rp17,83 triliun meskipun mayoritas saham melemah.

Jakarta, 16 Oktober 2026 - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan sebesar 10,76 persen, jatuh ke level 5.233 pada sesi pertama perdagangan hari ini. Penurunan yang tajam ini diwarnai oleh aksi jual yang mendominasi pasar, di mana sebanyak 771 saham mencatatkan koreksi. Hal ini juga termasuk 30 saham yang menyentuh batas auto rejection bawah (ARB), seperti yang terjadi pada saham-saham AKRA, SSIA, FORU, dan CBDK yang menjadi sorotan karena penurunan harga yang drastis.

Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan bahwa IHSG kehilangan hingga 630,77 poin selama sesi perdagangan. Indeks bergerak dalam rentang yang cukup lebar, antara 5.193 hingga 5.404, sebelum akhirnya ditutup di posisi 5.233, menunjukkan adanya tekanan jual yang cukup kuat di pasar modal domestik. Penurunan ini juga memberikan dampak pada indeks unggulan LQ45, yang turun sekitar 12 persen, meningkatkan ketidakpastian di kalangan investor.

Dari total saham yang diperdagangkan, sebagian besar menunjukkan performa negatif. Hanya 14 saham yang berhasil menguat, sementara 771 lainnya mengalami penurunan. Angka ini mencerminkan bahwa pelemahan ini tidak hanya terbatas pada beberapa saham tertentu, melainkan meluas ke hampir seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia, dan mempengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan.

Aktivitas transaksi di pasar saham juga berlangsung dalam volume yang besar. Terhitung, sebanyak 38,67 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp17,83 triliun, dan frekuensi perdagangan mencapai 1.354.139 kali. Meskipun terjadi dominasi saham yang melemah, data ini tidak menjelaskan secara rinci motive di balik keputusan investasi para pelaku pasar. Beberapa saham yang menyentuh ARB perlu menjadi perhatian khusus bagi investor, baik yang sedang mempertimbangkan untuk membeli maupun melakukan penjualan.