- Joko Nurbatin menerapkan pendekatan personal untuk pencegahan narkoba di kalangan anak jalanan.
- Ngopi dan makan bersama dianggap lebih efektif untuk membangun komunikasi.
- GMDM menawarkan bantuan dan konsultasi untuk masyarakat yang terjerat narkoba.
Kota Blitar tengah menghadapi tantangan serius terkait peredaran narkoba, terutama di kalangan anak jalanan dan anak punk. Untuk mencegah penyebaran zat terlarang ini, Joko Nurbatin, Ketua Garda Mencegah dan Mengobati (GMDM) Kota Blitar, menerapkan metode yang lebih humanis dan empatik. Joko dan timnya memutuskan untuk tidak hanya mengandalkan forum resmi, melainkan mendatangi langsung tempat-tempat di mana kelompok rentan tersebut berkumpul. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menciptakan suasana yang lebih akrab serta membuka saluran komunikasi yang lebih baik.
Joko, warga Kelurahan Kepanjenlor, Kecamatan Kepanjenkidul, menegaskan bahwa anak-anak jalanan umumnya enggan hadir dalam acara formal. Oleh karena itu, para pegiat antinarkoba ini memanfaatkan momen santai seperti ngopi dan makan bersama untuk membangun hubungan yang lebih dekat. "Mereka cenderung lebih terbuka ketika diajak berbincang dengan cara yang tidak formal," ujarnya. Dalam proses ini, Joko mengakui pentingnya kesabaran, di mana dari sepuluh anak yang diajak berbincang, biasanya hanya separuhnya yang bersedia berbicara terbuka.
Selain menjalin komunikasi, Joko juga menyadari bahwa sebagian anak jalanan telah terpapar dengan alkohol, yang sering kali dianggap sebagai cara untuk menguatkan mental. Proses penyadaran terhadap bahaya narkoba dan alkohol pun tidak cukup dilakukan dalam satu atau dua pertemuan. Oleh karena itu, diskusi santai ini diharapkan mampu membangun kesadaran secara bertahap.
GMDM juga menampung keluhan dan permohonan konsultasi dari masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan terkait masalah narkoba. Masyarakat dapat menyampaikannya melalui sambungan telepon. GMDM, yang beranggotakan individu-individu dengan latar belakang beragam, termasuk mereka yang pernah mengalami masalah serupa, menunjukkan bahwa upaya pencegahan narkoba membutuhkan kerjasama yang solid dari semua elemen masyarakat untuk menjadikan Blitar bebas dari pengaruh narkoba.