Jumat, 16 Oktober 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda › Ekonomi › Kejatuhan IHSG 630 Poin: Dampak Besar Terhadap Pasar Saham Nasional

Kejatuhan IHSG 630 Poin: Dampak Besar Terhadap Pasar Saham Nasional

Kejatuhan IHSG 630 Poin: Dampak Besar Terhadap Pasar Saham Nasional
Poin Penting:
  • IHSG tercatat merosot 630,77 poin pada sesi pertama perdagangan hari ini.
  • Sebanyak 30 saham mengalami auto rejection bawah, menandakan tekanan jual yang meluas.
  • Aktivitas perdagangan tetap tinggi meskipun terjadi penurunan indeks yang signifikan.

JAKARTA - Pasar saham Indonesia mengalami pergerakan yang sangat tidak menguntungkan pada sesi perdagangan awal hari ini, Jumat, 16 Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas sebanyak 630,77 poin, atau setara dengan penurunan 10,76 persen, sehingga memposisikan IHSG di level 5.233. Penurunan yang signifikan ini mencerminkan tekanan jual yang meluas, di mana sebanyak 30 saham memasuki zona auto rejection bawah (ARB) dan indeks LQ45 pun anjlok sekitar 12 persen.

Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa IHSG bergerak dalam rentang antara 5.193 hingga 5.404 sepanjang sesi pertama perdagangan. Dalam kondisi ini, jumlah saham yang mengalami penurunan jauh lebih banyak dibandingkan yang mengalami kenaikan, dengan 771 saham yang catatkan penurunan. Hanya 14 saham yang berhasil tumbuh, sementara 3 saham lainnya tetap stagnan.

Sejumlah emiten teridentifikasi sebagai top losers, seperti AKRA, SSIA, FORU, dan CBDK, di mana beberapa di antaranya mengalami penurunan harga mendekati 15 persen. Dominasi saham-saham yang melemah ini menunjukkan bahwa kondisi pasar saat ini bukan hanya disebabkan oleh beberapa emiten tertentu, melainkan sebuah fenomena yang lebih luas, berdampak signifikan terhadap IHSG yang menjadi indikator penting bagi aktivitas ekonomi di Indonesia.

Walaupun terjadi penurunan yang tajam, aktivitas perdagangan saham tetap tinggi. Tercatat sebanyak 38,67 miliar lembar saham berpindah tangan, dengan total nilai transaksi mencapai Rp17,83 triliun dan frekuensi perdagangan mencapai 1.354.139 kali. Namun, nilai transaksi tersebut belum cukup mengindikasikan apakah tekanan pasar ini lebih didominasi oleh investor domestik atau asing. Selain itu, indeks unggulan LQ45 yang mewakili saham berkapitalisasi besar juga menunjukkan penurunan yang mengkhawatirkan, menjadi sinyal penting bagi investor dalam memantau perkembangan pasar ke depan.