- Revitalisasi Pasar Legi mendapat dukungan dan kritikan dari paguyuban pedagang.
- Pentingnya perencanaan yang matang agar revitalisasi membawa dampak bagi perekonomian pedagang.
- Usulan konsep pasar wisata terpadu diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung.
BLITAR – Revitalisasi Pasar Legi Kota Blitar, yang mencakup perubahan lantai II menjadi hall multifungsi, kini menjadi sorotan hangat di kalangan pedagang setempat. Meskipun paguyuban pedagang menyambut positif langkah penataan pasar tersebut, mereka meminta agar Pemkot Blitar memperhatikan secara serius tujuan pembangunan ini, agar tidak hanya menciptakan ruang nongkrong tapi juga mampu mendatangkan pengunjung dan memicu pertumbuhan ekonomi bagi para pedagang yang beroperasi di lantai dasar.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Legi, Suhani, dalam pernyataannya menegaskan bahwa pihaknya tidak menolak konsep revitalisasi. Namun, ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang dan berkelanjutan dalam penggunaan anggaran pemerintah. Hal ini dicari agar peningkatan jumlah pengunjung juga berimbas pada peningkatan aktivitas jual beli di area yang lebih rendah.
Suhani menjelaskan, walaupun konsep hall dengan orientasi pada aktivitas seperti ngopi, mendengarkan musik, dan olahraga dapat menarik perhatian masyarakat di awal operasional, ia meragukan hubungan jangka panjangnya dengan dampak ekonomi bagi pedagang yang telah berjualan di pasar sejak pagi hingga sore. Menurutnya, revitalisasi pasar harus memfokuskan pada kegiatan yang mendukung keberlangsungan usaha pedagang, dan tidak hanya mengandalkan daya tarik sementara.
Dalam forum pemaparan konsep yang diadakan sebelumnya bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin), paguyuban menyampaikan berbagai masukan terkait efektivitas hall multifungsi. Usulan konsep pasar wisata terpadu yang meliputi area bermain, pusat kuliner, dan ruang untuk swafoto diharapkan mampu menjangkau lebih banyak segmen pengunjung, meskipun pengakomodasiannya masih terbatas dalam perencanaan sekarang. Oleh karena itu, paguyuban mendesak pemerintah untuk berpikir lebih komprehensif, tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga strategi dalam meningkatkan aktivitas perdagangan secara keseluruhan.