Senin, 12 Oktober 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda › Ekonomi › Pengusaha Kuliner Blitar Tahan Harga Amid Kenaikan Harga Tepung Terigu

Pengusaha Kuliner Blitar Tahan Harga Amid Kenaikan Harga Tepung Terigu

Pengusaha Kuliner Blitar Tahan Harga Amid Kenaikan Harga Tepung Terigu
Poin Penting:
  • Harga tepung terigu naik menjadi Rp 229 ribu per sak, mempengaruhi biaya produksi.
  • Produsen mi dan roti di Blitar memilih untuk tidak menaikkan harga jual demi menjaga kualitas.
  • Afico Ramadani dari Bakmi Teman Jalan berkomitmen untuk mempertahankan takaran bahan baku.

BLITAR – Kenaikan harga tepung terigu yang mencapai Rp 229 ribu per sak berisi 25 kilogram dalam beberapa bulan terakhir menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha kuliner di Kota Blitar. Meski biaya produksi meningkat akibat lonjakan harga bahan baku ini, sejumlah produsen mi dan roti rumahan opti untuk tidak menaikkan harga jual produk mereka. Keputusan ini diambil demi menjaga kualitas dan kepercayaan pelanggan.

Mengacu pada data terkini, harga tepung terigu sempat berada di kisaran Rp 220 ribu hingga Rp 223 ribu per sak pada bulan Agustus lalu. Perubahan harga yang bertahap sangat dirasakan oleh pelaku usaha, terutama mereka yang bergantung pada tepung terigu sebagai bahan baku utama dalam proses produksi sehari-hari. Salah satu di antara mereka adalah Afico Ramadani, pemilik usaha Bakmi Teman Jalan, yang dikenal sebagai produsen mi rumahan di Kota Blitar.

Afico menjelaskan, meskipun biaya untuk membeli tepung terigu kini meningkat, ia berkomitmen untuk tidak menurunkan takaran bahan baku yang digunakannya. Ia percaya bahwa menjaga kualitas mi yang dihasilkan, dengan cita rasa yang konsisten, adalah hal yang paling penting untuk memastikan kepuasan pelanggan. Kenaikan harga ini tidak membuatnya melakukan perubahan pada resep, sehingga pelanggan tetap bisa menikmati mi yang berkualitas tinggi.

Langkah yang diambil oleh Afico mencerminkan dedikasi pelaku usaha kuliner lokal untuk tetap berpegang pada prinsip kepercayaan dan kualitas, meskipun dalam kondisi perekonomian yang terus berubah. Di tengah tantangan tersebut, harapan agar semua pelaku usaha kuliner dapat bertahan dan terus melayani masyarakat Blitar tetap menggelora.