- Biaya pengisian baterai Polytron Fox 350 hanya sekitar Rp6.500 untuk jarak 113 kilometer.
- Penggunaan motor listrik jauh lebih hemat dibandingkan motor berbahan bakar bensin.
- Faktor lain seperti harga kendaraan dan perawatan juga mempengaruhi biaya kepemilikan.
Jakarta - Masyarakat Blitar kini dihadapkan pada pilihan kendaraan yang lebih efisien dan ramah lingkungan melalui uji coba terbaru dari motor listrik Polytron Fox 350. Motor ini menunjukkan performa energi yang mengesankan dengan konsumsi sebanyak 4,46 kWh ketika diisi ulang dari kondisi baterai 3 persen hingga penuh. Dengan tarif listrik seharga Rp1.444,7 per kWh, biaya untuk pengisian penuh motor ini hanya sekitar Rp6.500, menjadikannya jauh lebih hemat dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar bensin.
Proses pengisian daya dilaporkan berlangsung dalam waktu sekitar lima jam, dengan daya awal yang terukur sekitar 280 watt, sebelum meningkat menjadi sekitar 800 watt setelah beberapa saat. Data ini memberikan gambaran jelas bagi masyarakat Blitar tentang efisiensi biaya operasional dalam penggunaan sehari-hari motor listrik ini. Dengan jarak tempuh mencapai 113 kilometer, pengguna hanya memerlukan biaya pengisian sebesar Rp6.500, yang jelas jauh lebih rendah dibandingkan dengan motor konvensional yang menggunakan bahan bakar.
Sebagai perbandingan, motor berbahan bakar bensin, seperti yang memiliki mesin berkapasitas 155 cc, memerlukan sekitar 3,2 liter bahan bakar untuk menempuh jarak yang sama. Dengan harga Pertalite yang saat ini beredar, biaya bahan bakar untuk perjalanan 113 kilometer bisa mencapai sekitar Rp32.000. Perbandingan ini jelas menunjukkan perbedaan signifikan dalam biaya antara motor listrik dan motor berbahan bakar fosil, memberikan alternatif yang lebih terjangkau bagi masyarakat Blitar.
Namun, perlu dicatat bahwa perhitungan ini hanya mencakup biaya energi dan bahan bakar. Biaya kepemilikan kendaraan juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain seperti harga kendaraan itu sendiri, perawatan, usia baterai, serta penggunaan sehari-hari. Dengan demikian, masyarakat di Blitar perlu mempertimbangkan berbagai aspek ini dalam mengambil keputusan mengenai jenis kendaraan yang ingin dimiliki, terutama di era yang semakin mengedepankan keberlanjutan.