Senin, 28 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda › Hukum & Kriminal › Tragedi Kebakaran: Kakek 81 Tahun di Kesamben Tewas Terjebak Api saat Membersihkan Kebun

Tragedi Kebakaran: Kakek 81 Tahun di Kesamben Tewas Terjebak Api saat Membersihkan Kebun

Tragedi Kebakaran: Kakek 81 Tahun di Kesamben Tewas Terjebak Api saat Membersihkan Kebun
Poin Penting:
  • Kakek berusia 81 tahun meninggal akibat terjebak api saat membakar sampah di kebunnya.
  • Peristiwa terjadi di Desa Tuwuhrejo, Kesamben, pada pagi hari Jumat, 25 September.
  • Masyarakat diingatkan untuk berhati-hati saat melakukan pembakaran sampah di lahan yang mudah terbakar.

Dalam sebuah peristiwa tragis yang mengejutkan masyarakat Desa Tuwuhrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, seorang kakek berusia 81 tahun berinisial M, kehilangan nyawanya setelah terjebak dalam kobaran api saat membersihkan kebun bambu miliknya. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat pagi, 25 September, ketika M melakukan aktivitas bakar sampah yang biasanya dilakukannya setiap musim kering.

Kakek M dilaporkan berangkat ke kebunnya sekitar pukul 08.00 WIB, membawa sejumlah peralatan berkebun serta korek api untuk membakar daun-daun bambu kering yang menumpuk. Aktivitas yang semula bertujuan untuk membersihkan kebun itu berujung pada bencana ketika api yang dinyalakan mengarah ke dedaunan yang mudah terbakar, membesar dengan cepat hingga mengepung korban.

Sekitar satu setengah jam kemudian, suara letupan dari bambu yang terbakar menarik perhatian saksi yang berada di rumah. Ketika mendekati sumber suara, saksi mendapati kobaran api telah melalap seluruh rumpun bambu, dan kakek M sudah terjebak di tengah panasnya api. Dalam upaya yang heroic, saksi berteriak meminta bantuan kepada warga setempat, tetapi usaha mereka untuk memadamkan api dan menyelamatkan M tidak berhasil, dan nyawanya melayang.

Insiden ini menjadi pengingat bagi masyarakat, terutama para lanjut usia, untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya kebakaran saat melakukan pembakaran sampah, terutama di lahan yang dikelilingi oleh bahan-bahan yang mudah terbakar. Dinas terkait diharapkan dapat memberikan edukasi lebih lanjut mengenai keselamatan dalam penanganan sampah dan risiko kebakaran di kawasan pedesaan.