- Erupsi Gunung Semeru dan Marapi menyebabkan hujan abu di beberapa wilayah.
- Masyarakat diimbau untuk memperhatikan rekomendasi keselamatan dan menghindari kawasan rawan bencana.
- Status Gunung Semeru saat ini ada di level Siaga (Level III), memerlukan kewaspadaan tinggi.
Blitar, JAWA TIMUR - Erupsi Gunung Semeru yang terletak di Lumajang serta Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali menjadi sorotan setelah memicu hujan abu vulkanik di beberapa wilayah. Letusan Semeru yang terjadi berulang-ulang sejak dini hari Minggu hingga pagi hari, telah mengakibatkan dampak signifikan terhadap desa-desa di sisi timur gunung, sedangkan Gunung Marapi menyebabkan hujan abu di sekitar Bukittinggi dan Kabupaten Agam. Masyarakat khususnya di wilayah Blitar perlu sering mengikuti perkembangan terkait aktivitas vulkanik tersebut.
Aktivitas Gunung Semeru ditandai dengan keluarnya kolom abu yang berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas yang tergolong tebal. Abu tersebut menyebar ke arah timur laut dan timur, menyebabkan beberapa desa di area tersebut mengalami hujan abu dengan tingkat intensitas bervariasi antara ringan dan sedang. Hal ini tentunya mempengaruhi aktivitas sehari-hari masyarakat Blitar dan sekitarnya.
Dalam menghadapi situasi ini, masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan rawan bencana diimbau untuk selalu memperhatikan rekomendasi keselamatan dari pihak berwenang. Penambang pasir yang beroperasi di aliran sungai juga diminta untuk mengantisipasi potensi bahaya akibat meningkatnya aktivitas Gunung Semeru. Pengamatan dari petugas di BPBD Pos Curah Kobokan menunjukkan bahwa intensitas letusan pada pagi hari cukup tinggi, disertai kolom abu yang mengarah ke sejumlah daerah di sisi timur. Oleh sebab itu, waspada terhadap ancaman hujan abu adalah langkah yang bijak.
Saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada level Siaga (Level III), yang menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya menjaga kewaspadaan. Petugas mencatat bahwa jarak aman dari puncak adalah lima kilometer, dan larangan untuk beraktivitas dalam radius 13 kilometer dari bukaan kawah serta di sepanjang aliran Besuk Kobokan pun berlaku. Masyarakat diharapkan dapat mengikuti pedoman ini untuk menjaga keselamatan diri dan keluarga.