Rabu, 07 Oktober 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda › Pemerintahan › Dinas Kesehatan Blitar Tingkatkan Evaluasi SOP Pengelolaan Makanan Pasca Dugaan Keracunan Siswa

Dinas Kesehatan Blitar Tingkatkan Evaluasi SOP Pengelolaan Makanan Pasca Dugaan Keracunan Siswa

Dinas Kesehatan Blitar Tingkatkan Evaluasi SOP Pengelolaan Makanan Pasca Dugaan Keracunan Siswa
Poin Penting:
  • Dinkes Kota Blitar memperketat evaluasi SOP pengelolaan makanan setelah dugaan keracunan pada siswa.
  • Pembinaan ulang dilakukan di seluruh SPPG untuk memastikan standar keamanan pangan yang lebih baik.
  • Hasil pemeriksaan laboratorium menemukan adanya cemaran mikrobiologi pada sampel makanan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar mengumumkan langkah evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan dan distribusi makanan di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setelah terungkapnya dugaan keracunan pada 22 siswa akibat paket Makanan Bergizi Gratis (MBG). Evaluasi ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa penerima manfaat program ini.

Plt Kepala Dinkes Kota Blitar, Dissie Laksmonowati Arlini, menjelaskan bahwa kegiatan pembinaan akan dilakukan secara drastis di seluruh SPPG di wilayah Kota Blitar, tidak hanya berfokus pada lokasi yang mengalami insiden. Pembinaan ulang ini akan mendalami setiap aspek operasional SPPG, termasuk memeriksa kembali SPPG yang telah dikenakan sanksi penghentian sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN) selama 20 hari terhitung sejak 17 September.

Pengawasan teknis di lapangan akan diperketat, mencakup seluruh tahapan produksi makanan mulai dari pengelolaan bahan makanan, hingga proses distribusi paket MBG. Dissie menekankan pentingnya memastikan bahwa semua pengelola SPPG memahami dan menjalankan prosedur pengolahan makanan dengan benar untuk menghindari insiden serupa di masa depan.

Sebagai bagian dari evaluasi ini, Dinkes Kota Blitar juga menindaklanjuti hasil pemeriksaan sampel makanan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya yang mengindikasikan adanya cemaran mikrobiologi. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan keamanan pangan dapat terjaga dan para siswa dapat menerima nutrisi yang aman dan berkualitas.