- Dinsos Kota Blitar memberi kelonggaran waktu penyaluran Rastrada akibat kesulitan mitra mendapatkan beras sesuai HET.
- Nilai bantuan Rastrada direncanakan naik dari Rp 65 ribu menjadi Rp 67.500 per bulan setelah mendapat persetujuan DPRD.
- Pengawasan kualitas beras yang disalurkan tetap dilakukan untuk memastikan kelayakan konsumsi masyarakat.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Blitar, Eka Atikah, mengungkapkan tantangan yang dihadapi oleh para mitra dalam pelaksanaan program Rastrada (Raskin) di kota ini. Saat ini, harga eceran tertinggi (HET) beras ditetapkan sebesar Rp 13.500 per kilogram. Namun, banyak mitra yang melaporkan kesulitan dalam memperoleh beras dengan harga yang sesuai dengan ketentuan tersebut. Hal ini memaksa Dinsos untuk memberikan waktu tambahan bagi para mitra agar bisa memenuhi kebutuhan stok beras yang dibutuhkan untuk penyaluran kepada masyarakat.
"Kami mendengar keluhan dari para mitra mengenai kesulitan yang mereka temui dalam mendapatkan beras sesuai HET. Oleh karena itu, untuk penyaluran berikutnya, kami memutuskan untuk memberikan kelonggaran waktu agar mereka dapat mencari beras yang sesuai standar," ungkap Eka Atikah dalam wawancaranya. Keputusan ini diambil seiring dengan keberlanjutan proses penyesuaian nilai bantuan program Rastrada melalui peraturan wali kota (perwali) terbaru.
Bantuan Rastrada juga direncanakan akan mengalami peningkatan, dari sebelumnya Rp 65 ribu menjadi Rp 67.500 per bulan. Usulan ini telah mendapatkan persetujuan dari DPRD Kota Blitar dan kini menunggu pengesahan dalam perwali terbaru. Perubahan nilai bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat penerima dan mendorong mitra untuk memenuhi ketentuan yang berlaku.
Meskipun proses penyesuaian masih berlangsung, Eka menegaskan komitmen Dinsos untuk terus melakukan pengawasan terhadap kualitas beras yang disalurkan kepada masyarakat. Hal ini menjadi penting untuk memastikan bahwa beras yang diterima oleh para penerima manfaat sesuai dengan ketentuan dan dalam kondisi yang layak konsumsi, terlepas dari kendala harga dan stok. Kualitas beras adalah prioritas utama agar masyarakat tetap mendapat manfaat optimal dari program ini.