- Sego Tempong Negoro menawarkan sajian khas Banyuwangi di Jakarta dengan menu beragam, termasuk ayam lengket dan sambal batuk.
- Ayam lengket menjadi menu paling populer, disiapkan hingga 50 ekor per hari dengan harga terjangkau.
- Sambal batuk dengan aroma khas dan sensasi pedas yang menggugah selera menjadi daya tarik lain yang harus dicoba.
Jakarta menjadi saksi hadirnya Sego Tempong Negoro, sebuah restoran yang menawarkan pengalaman kuliner autentik dari Banyuwangi. Dengan menu yang beragam, tempat ini mengajak pengunjung untuk menjelajahi rasa-rasa khas daerah, termasuk ayam lengket dan sambal batuk. Dalam suasana yang nyaman, para pengunjung dapat menikmati berbagai pilihan lauk seperti ikan, cumi, paru, tempe, tahu, dan bakwan jagung, semuanya dengan harga terjangkau, ideal untuk para pencinta kuliner di Ibu Kota.
Salah satu daya tarik utama dari Sego Tempong Negoro adalah ayam lengket, yang menjadi favorit di antara menu lainnya. Dikenal karena bumbu khas yang digunakan, ayam ini memiliki tekstur menyerupai ayam ungkep yang digoreng, menghasilkan cita rasa rempah yang kuat dan menggoda selera. Pengelola restoran mengungkapkan bahwa mereka dapat menyajikan hingga 50 ekor ayam sehari, menandakan popularitas menu ini di kalangan pengunjung.
Selain itu, sambal batuk menjadi bagian yang tidak kalah menarik dari pengalaman kuliner di Sego Tempong Negoro. Proses pembuatan sambal ini melibatkan teknik memasak yang unik, sehingga menghasilkan aroma yang tajam dan pedas, dapat membuat siapapun di sekitarnya merasa ingin batuk. Dalam video promosi, para pengunjung bahkan terlihat disarankan untuk mengenakan masker saat mencicipi sambal tersebut, menambahkan elemen interaktif dan keseruan saat menikmati hidangan.
Dengan harga ayam yang terjangkau, yakni mulai Rp20 ribu per porsi dan Rp75 ribu untuk satu ekor ayam, ditambah pilihan lauk yang dimulai dari Rp5 ribu, Sego Tempong Negoro memberikan alternatif kuliner yang menarik dan berkualitas bagi masyarakat Jakarta, sekaligus membawa cita rasa Blitar dan Banyuwangi ke tengah keramaian kota.