Jumat, 25 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda › Hukum & Kriminal › Lapas Kelas II B Blitar Kembangkan Usaha Ayam Petelur untuk Keterampilan Warga Binaan

Lapas Kelas II B Blitar Kembangkan Usaha Ayam Petelur untuk Keterampilan Warga Binaan

Lapas Kelas II B Blitar Kembangkan Usaha Ayam Petelur untuk Keterampilan Warga Binaan
Poin Penting:
  • Program beternak ayam petelur di Lapas Blitar memberikan keterampilan bagi warga binaan.
  • Hasil telur dari ayam petelur digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan di lapas.
  • Lapas berfungsi sebagai lembaga pembinaan dan bukan sekadar tempat hukuman.

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Blitar melanjutkan upaya inovatif dalam pembinaan warga binaan dengan memperkenalkan program beternak ayam petelur. Pemanfaatan lahan yang terbatas di area lapas ini bukan hanya bertujuan untuk mengisi waktu selama masa hukuman, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pengembangan keterampilan yang diharapkan bisa menjadi bekal bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat.

Saat ini, Lapas Blitar mengelola 88 ekor ayam petelur yang diletakkan di kandang strategis di sisi timur Lapas. Di samping sebagai kegiatan ekonomi yang produktif, hasil produksi telur dari beternak ini berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan pangan warga binaan di dalam lapas.

Kepala Lapas Kelas II B Blitar, Iswandi, menegaskan bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada aspek hukuman. Proses pembinaan melalui program ini mencakup pengembangan karakter dan keterampilan. Selain aspek mental dan moral, berbagai kegiatan lain juga diperkenalkan, seperti seni tata rias, menyablon, menjahit, serta bercocok tanam. Dengan demikian, diharapkan warga binaan tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah menjalani masa pidana.

Pembangunan kandang ayam petelur ini merupakan hasil kerjasama antara petugas lapas dan warga binaan. Dalam proses ini, warga binaan dilibatkan tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai pengelola dan pengembang kegiatan ini, sehingga mereka dapat belajar langsung mengenai praktis beternak. Program ini menunjukkan apabila Lapas Blitar berkomitmen untuk menjadi tempat yang mendidik, bukan hanya menghukum.