- Total biaya operasional motor listrik selama tiga tahun hanya sekitar Rp2,71 juta.
- Performa baterai menurun signifikan setelah menempuh jarak lebih dari 10.000 kilometer.
- Pengalaman ini mendorong masyarakat Blitar untuk mempertimbangkan beralih ke kendaraan listrik.
BLITAR - Biaya operasional motor listrik kini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat, khususnya setelah seorang pengguna berbagi pengalamannya di platform YouTube. Video tersebut mengungkapkan bahwa selama tiga tahun penggunaan, biaya yang dikeluarkan oleh pemilik motor listrik ternyata jauh lebih rendah dari yang diperkirakan. Dengan total pengeluaran mencapai Rp2,71 juta, termasuk penggantian baterai, pajak, serta biaya perawatan dan listrik, pemilik motor hanya menghabiskan sekitar Rp75 ribu per bulan. Angka ini tentunya menjadi salah satu pertimbangan bagi warga Blitar yang berencana beralih dari kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik, sebagai pilihan yang lebih hemat dan ramah lingkungan.
Motor listrik yang digunakan dalam pengalaman ini dilengkapi dengan baterai jenis sealed lead-acid (SLA) dan telah menempuh jarak total sekitar 13.000 kilometer. Awal penggunaannya, kendaraan tersebut masih dapat berfungsi dengan baik dalam berbagai kondisi, termasuk saat berkendara di jalan datar. Namun, seiring bertambahnya jarak tempuh, pemilik mulai merasakan penurunan performa baterai, terutama ketika motor digunakan untuk perjalanan yang lebih menantang seperti berboncengan atau melewati tanjakan.
Pemilik kendaraan ini mencatat bahwa setelah menempuh lebih dari 10.000 kilometer, performa baterai semakin memburuk, dengan jarak tempuh yang awalnya mencapai 50 kilometer per pengisian, kini menyusut hingga sekitar 10 kilometer sebelum perlu diisi ulang. Hal ini menunjukkan bahwa tidak hanya umur baterai yang penting, tetapi juga penurunan kapasitasnya yang secara bertahap mempengaruhi pengalaman berkendara.
Kekhawatiran atas biaya penggantian baterai sempat menghantui pemilik, mengingat harga satu set baterai SLA berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp3 juta. Namun, pengeluaran keseluruhan yang mencakup biaya operasional lainnya cukup mengejutkan mahasiswa Blitar yang kini semakin sadar pentingnya beralih ke teknologi yang lebih ramah lingkungan. Pengalaman ini diharapkan dapat memberi gambaran lebih jelas bagi masyarakat Blitar yang ingin memahami lebih dalam hingga pertimbangan beralih ke kendaraan listrik.