Selasa, 13 Oktober 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda › Pendidikan & Budaya › Peringatan Harlah Sabilu Taubah oleh Gus Iqdam: Kontroversi dan Dukungan Masyarakat Blitar

Peringatan Harlah Sabilu Taubah oleh Gus Iqdam: Kontroversi dan Dukungan Masyarakat Blitar

Peringatan Harlah Sabilu Taubah oleh Gus Iqdam: Kontroversi dan Dukungan Masyarakat Blitar
Poin Penting:
  • Acara harlah Sabilu Taubah oleh Gus Iqdam menimbulkan kritik terkait penampilan biduan di media sosial.
  • Video penampilan biduan Shepin Misa telah ditonton jutaan kali dan memicu pro dan kontra di antara netizen.
  • Pembelaan terhadap Gus Iqdam mengemuka di media sosial terkait kemampuannya dalam menyatukan umat beragama.

Acara peringatan hari lahir (harlah) majelis pengajian Sabilu Taubah yang dipimpin oleh Gus Iqdam baru-baru ini memicu perdebatan di media sosial. Kontroversi ini mulai mencuat setelah video penampilan biduan Shepin Misa, yang mengenakan busana serba putih, menjadi viral. Dalam video tersebut, meskipun Shepin tampil dengan penampilan yang terlihat anggun, goyangan dan musik yang dipilihnya memicu kritikan dari sejumlah warganet yang menilai hal itu tidak sesuai dengan atmosfer acara majelis pengajian.

Video yang diunggah oleh akun TikTok @mediaevent_ telah mendapatkan perhatian luar biasa, dengan angka penonton mencapai 4,7 juta, serta ribuan komentar pro dan kontra. Banyak netizen yang mencurahkan pendapat mereka, ada yang mempertanyakan konsep acara pengajian yang seharusnya lebih khidmat, sementara lainnya memberikan dukungan terhadap Gus Iqdam, dengan menekankan bahwa beliau telah berhasil menyatukan berbagai kalangan masyarakat.

Salah satu komentar dari akun @kayaknya_aku mengungkapkan kebingungan mengenai tema presentasi, "yang aku heran pengajian tapi openingnya kaya diskotik, kaget beneran pas lihat". Di sisi lain, akun @jkt48dailyclip memberi pembelaan, menyatakan keraguan terhadap orang yang tidak memahami karomah Gus Iqdam, dan menggarisbawahi contribusi beliau dalam membangun harmoni antar umat beragama. Ada juga netizen lain seperti @anakbaik0709 yang menilai kritik seharusnya lebih difokuskan pada aspek goyangan penyanyi ketimbang pada musik yang dibawakan, menyiratkan bahwa tujuan utama pengajian haruslah dipertahankan.

Penting bagi masyarakat Blitar untuk memahami berbagai sudut pandang terkait acara seperti ini dan berdiskusi dengan pikiran terbuka. Hal ini bisa menjadi peluang untuk mengeksplorasi bagaimana budaya dan kegiatan keagamaan dapat beradaptasi di era modern tanpa kehilangan esensi dan nilai-nilainya.