- Laras menemukan kalung kuno saat pendakian di Gunung Lawu, memicu kejadian aneh.
- Gangguan kesehatan Laras menjadi salah satu sorotan utama di tengah perjalanan.
- Cerita pendakian ini mencerminkan pentingnya menghormati alam dan mitos yang ada.
Gunung Lawu, destinasi pendakian yang dikenal akan keindahan alam dan mitosnya, menjadi saksi atas pengalaman menegangkan yang dialami Laras, seorang pendaki muda, bersama kakaknya, Gilang, dan 14 teman sekolahnya. Tak hanya sekadar pendakian biasa, perjalanan mereka ke puncak Hargo Dumilah tertangkap dalam aroma misteri ketika Laras menemukan kalung kuno di kawasan Hargo Dalem, menggugah rasa penasaran akan kisah di balik barang tersebut.
Perjalanan yang dimulai melalui jalur Candi Cetho ini diawali dengan antusiasme tinggi dari rombongan. Gilang, sebagai pendamping, berperan penting dalam menjaga kondisi Laras dan teman-teman lainnya. Namun, ketegangan mulai terasa setelah penemuan kalung tersebut, di mana Laras mulai mengalami gejala tidak biasa, yang memunculkan keprihatinan di antara rombongan. Kalung yang dibawa pulang Laras bukan hanya menjadi barang temuan semata, tetapi juga terbukti berhubungan dengan kejadian aneh yang menyusul.
Setelah menemukan kalung itu, Laras merasa kurang nyaman dan perlahan-lahan mengalami gangguan kesehatan. Perubahan perilaku yang dialaminya memicu kepanikan di antara teman-temannya. Gilang tidak tinggal diam, berusaha menjaga adiknya sembari tetap melanjutkan perjalanan turun di tengah kabut yang mulai menyelimuti jalur pendakian. Gunung Lawu yang sarat dengan cerita rakyat dan kepercayaan lokal ini kembali membuktikan bahwa tak semua yang tersimpan di dalamnya bisa dipahami secara logis.
Di antara ciri khas alami dan cerita-cerita menakutkan dari kawasan sekitar, pengalaman ini menegaskan pentingnya untuk selalu menghormati alam dan mitos yang menyertainya. Pasar Dieng, yang mereka lewati, pun menambah lapisan mistis pada perjalanan ini. Kisah Laras menjadi bagian dari narasi pendakian yang bisa mengingatkan kita semua untuk lebih berhati-hati terhadap apa yang kita temui di alam bebas, terutama di tempat-tempat yang sarat akan sejarah dan budaya lokal.