Rabu, 14 Oktober 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda › Pendidikan & Budaya › Peringatan Harlah Sabilu Taubah: MUI Jatim Kritik Penampilan Biduan di Acara Pengajian

Peringatan Harlah Sabilu Taubah: MUI Jatim Kritik Penampilan Biduan di Acara Pengajian

Peringatan Harlah Sabilu Taubah: MUI Jatim Kritik Penampilan Biduan di Acara Pengajian
Poin Penting:
  • Peringatan harlah Sabilu Taubah mendapat kritik karena penampilan biduan yang dianggap tidak pantas.
  • MUI Jatim menyayangkan acara keagamaan ternodai oleh hiburan yang tidak sesuai.
  • Komisi fatwa MUI Jatim akan melakukan studi lebih lanjut mengenai peristiwa tersebut.

Peringatan hari lahir majelis pengajian Sabilu Taubah yang dipimpin oleh Gus Iqdam kembali menghadirkan kontroversi. Acara yang digelar pada tanggal 13 Oktober 2026 ini menuai kritik keras dari berbagai kalangan, terutama setelah tersebarnya video penampilan seorang biduan yang menggunakan gerakan tarian yang dianggap tidak pantas di tengah acara bertema spiritual. Masyarakat di Blitar pun ramai memperbincangkan kejadian ini di media sosial, menyoroti pentingnya menjaga kesucian nilai-nilai agama dalam setiap kegiatan keagamaan.

KH Hasan Ubaidillah, Sekretaris MUI Jatim, menyampaikan penyesalannya terhadap tampilan seorang penyanyi dangdut dalam acara tersebut. Menurutnya, tidak seharusnya majelis ilmu yang memiliki tujuan mulia ternodai oleh pertunjukan semacam itu. "Al-Qur'an mengajarkan kita untuk tidak mencampur adukkan kebenaran dengan kebatilan. Sudah jelas bahwa majelis ilmu mesti dijaga integritasnya," ungkap Ubaidillah dalam wawancara dengan detikJatim.

Sebagai langkah awal, MUI Jatim akan membentuk komisi untuk menyelidiki dan mengkaji peristiwa yang terjadi dalam harlah tersebut. Gus Ubed pun menegaskan pentingnya pendekatan yang bijaksana dalam memberi nasihat terhadap panitia acara, agar pelanggaran serupa tidak terulang di masa mendatang. "Kita perlu memahami konteks dan mendiskusikannya sebelum mengeluarkan pernyataan resmi," tegasnya.

Kontroversi ini bukanlah hal baru bagi Gus Iqdam, sebelumnya pernah terjadi insiden serupa saat acara dikaitkan dengan penampilan musik DJ yang memicu reaksi negatif. Dengan adanya pemahaman yang lebih dalam tentang nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal, diharapkan masyarakat Blitar semakin kritis dalam menilai setiap acara yang mengusung tema keagamaan, demi menjaga kearifan lokal dan kesucian majelis ilmu.