- Polres Blitar mengungkap 5 kasus narkoba dengan modus peredaran pil dobel L yang menyasar pelajar.
- Para pelaku menggunakan sistem ranjau untuk menjual narkoba, meningkatkan kewaspadaan masyarakat.
- Upaya tegas diperlukan untuk menanggulangi penyalahgunaan narkoba di kalangan anak muda.
Polres Blitar, melalui Satresnarkoba, berhasil mengungkap lima kasus terkait peredaran narkoba dan okerbaya, dengan menahan lima orang tersangka. Salah satu fokus utama dalam kasus ini adalah modus peredaran pil dobel L, yang dijual dengan kemasan paket hemat (pahe) yang terjangkau. Dengan harga sekitar Rp 50 ribu per klip, paket ini berisi sekitar 15 hingga 20 butir, yang diduga menyasar pelajar dan kalangan muda di wilayah Blitar.
Wakil Kepala Polres Blitar Kota, Kompol Subiyantana, menjelaskan bahwa penyidikan mengungkap bahwa para pelaku beroperasi dengan strategi serupa, di mana mereka memperoleh sabu-sabu dan pil dobel L dalam jumlah besar untuk dijual kembali dengan cara dikemas ulang. Para tersangka, termasuk salah satu dari mereka yang berinisial JE, merupakan residivis dengan rekam jejak dalam peredaran narkoba sebelumnya, khususnya sabu. Hal ini menunjukkan semakin mengkhawatirkannya isu penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.
Subiyantana menambahkan bahwa para pelaku menjual narkoba dengan sistem ranjau, menempatkan barang haram tersebut di lokasi-lokasi yang telah ditentukan. Penghasilan mereka berkisar antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per transaksi, tergantung pada frekuensi dan jumlah narkoba yang berhasil dijual. Dalam satu operasi, JE diketahui membeli sekitar 200 gram sabu-sabu dari Surabaya, sedangkan untuk pil dobel L, mereka memperoleh lebih dari seribu butir dari daerah Malang dan Tulungagung dan menjualnya dengan harga yang jauh lebih murah dari pasaran.
Melihat kondisi ini, langkah tegas Polres Blitar diharapkan dapat memberikan efek jera dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya narkoba, terutama di kalangan pelajar. Dengan langkah-langkah pencegahan yang proaktif, diharapkan situasi penyalahgunaan narkoba di Blitar dapat menurun dan memberikan lingkungan yang lebih sehat bagi generasi mendatang.