- Yohan Tri Waluyo siap memenuhi panggilan pemeriksaan seputar laporan tentang aksi KONI.
- Ia menegaskan pentingnya mendengarkan aspirasi masyarakat sebagai bagian dari tugas anggota dewan.
- Yohan membantah tudingan keterlibatan anggota dewan dalam mengondisikan anak-anak untuk aksi demonstrasi.
Yohan Tri Waluyo, Ketua Komisi II DPRD Kota Blitar, menyatakan kesiapan untuk menghadapi pemeriksaan sehubungan dengan statusnya sebagai terlapor terkait aksi yang dilakukan oleh KONI Kota Blitar pada 7 September lalu. Dalam pernyataannya, Yohan mengungkapkan komitmennya untuk memenuhi panggilan klarifikasi, apabila laporan tersebut memang ditindaklanjuti oleh pihak berwenang. Hal ini menegaskan dedikasinya terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.
Sebagai anggota Komisi II yang berkaitan dengan bidang olahraga, Yohan menegaskan bahwa menerima audiensi dan aspirasi dari KONI adalah bagian dari tanggung jawabnya. "Kami memiliki kewajiban untuk mendengarkan aspirasi masyarakat, termasuk dari KONI. Tak seharusnya anggota DPRD menghindar dari audiensi yang diadakan oleh lembaga tersebut," tuturnya, menanggapi sejumlah kritik tentang partisipasi dewan dalam aksi yang dilaksanakan.
Dalam konteks ini, Yohan juga menanggapi tudingan adanya pengondisian atau ajakan kepada anak-anak untuk ikut serta dalam demonstrasi yang dilakukan oleh KONI. Ia meminta pihak yang melaporkan untuk menunjukkan bukti konkret terhadap tudingan tersebut dan menegaskan bahwa mereka tidak pernah melakukan tindakan tersebut. "Kami tidak mungkin mengondisikan atau mengajak anak-anak untuk mengikuti demonstrasi. Tuduhan itu harus didukung dengan dasar dan bukti yang jelas," tegasnya.
Yohan menegaskan ketidakberpihakan DPRD Kota Blitar dalam menanggapi tuduhan yang dialamatkan kepada mereka dan siap untuk menghadapi langkah hukum yang mungkin diambil oleh pihak lain terkait persoalan tersebut. Hal ini mencerminkan sikap proaktif dan komitmen dalam mempertahankan integritas lembaga serta para anggotanya di hadapan masyarakat Blitar.