- Pembinaan teknik dasar dan karakter pemain muda menjadi fokus utama di Al Azhaar Football Club.
- Kompetisi liga dianggap lebih efektif daripada turnamen untuk pengembangan kemampuan pemain U-10 dan U-11.
- Munculnya banyak potensi pemain muda memberikan harapan bagi perkembangan sepak bola di Tulungagung.
Dalam upaya melahirkan pesepak bola berkualitas, Al Azhaar Football Club di Tulungagung terus menekankan pentingnya pembinaan yang komprehensif bagi atlet muda mereka, khususnya pada kelompok usia U-10 dan U-11. Coach Ganar Putra mengungkapkan bahwa mengejar kemenangan semata bukanlah prioritas utama dalam proses pembelajaran sepak bola di usia dini. Sebaliknya, pembinaan yang berfokus pada penguasaan teknik dasar serta pengembangan mental dan karakter pemain menjadi fondasi yang lebih penting untuk mencapai potensi maksimal setiap atlet.
"Di kelompok usia ini, kami percaya bahwa proses pembinaan harus mendahulukan kualitas permainan dibandingkan hasil akhir pertandingan. Kemenangan dan kekalahan hanyalah bagian dari perjalanan, sementara kemampuan individu dan kekompakan tim menjadi aspek yang lebih krusial," tegas Ganar saat menjelaskan filosofi pelatihannya.
Ia juga menyampaikan bahwa kompetisi dalam format liga merupakan metode yang efektif bagi perkembangan para pemain muda. Berbeda dengan turnamen yang bersifat temporer, liga memberikan kesempatan kepada pemain untuk bertanding secara berkelanjutan, sehingga perkembangan teknik dan mental mereka dapat terlihat secara gradual. Namun, Ganar menyadari pentingnya evaluasi berkelanjutan untuk memastikan bahwa liga tersebut benar-benar menjadi sarana pembinaan yang efektif.
Keberadaan sejumlah klub yang mulai melahirkan pemain muda berbakat menjadi angin segar bagi dunia sepak bola di Tulungagung. Hal ini menunjukkan adanya potensi besar dalam pengembangan olahraga di daerah, yang diharapkan dapat melahirkan pesepak bola yang tidak hanya berprestasi secara teknik, tetapi juga memiliki mental yang kuat.