- Antrean panjang di seluruh SPBU di Blitar akibat kelangkaan BBM Pertalite.
- Warga mengeluhkan kesulitan mendapatkan Pertalite di siang hari.
- Harapan masyarakat agar pemerintah meningkatkan pasokan BBM untuk mengurangi antrean.
Kota dan Kabupaten Blitar saat ini dihadapkan dengan kondisi antrean panjang di sejumlah SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) sebagai konsekuensi dari meningkatnya permintaan akan bahan bakar, khususnya Pertalite. Sejak beberapa hari terakhir, pengendara motor tampak rela mengantre berjam-jam demi bisa mendapatkan pasokan BBM tersebut, kendati harus bersabar menghadapi antrean yang mengular.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa antrean panjang terlihat jelas di SPBU-spbu strategis seperti yang berada di Sambong Kecamatan Kanigoro dan SPBU Garum. Masyarakat mengeluhkan kelangkaan pasokan Pertalite yang makin terasa menjelang siang hari. Salah seorang pengendara, Anisa, mengungkapkan bahwa dia harus mengantre untuk mendapatkan BBM setelah sebelumnya kehabisan. Dia menyebutkan bahwa antrean panjang sudah menjadi pemandangan sehari-hari di SPBU-SPBU daerahnya.
Berita serupa juga disampaikan oleh Pujianto, seorang pengendara lainnya, yang mengaku memilih untuk berangkat lebih pagi agar bisa mendapatkan jatah Pertalite sebelum terjadi kelangkaan. Ia mengingatkan bahwa banyak SPBU di wilayah Kanigoro hingga Kota Blitar mengalami kekosongan pasokan di siang hari, memaksa pengendara untuk berpikir dua kali sebelum mengisi BBM. Pujianto berharap agar pemerintah lebih memperhatikan pasokan BBM di Blitar agar antrean panjang dapat diminimalisasi.
Dari situasi ini, terlihat jelas bahwa kelangkaan BBM, khususnya Pertalite, telah menyebabkan kekhawatiran bagi masyarakat, yang sangat bergantung pada jenis bahan bakar tersebut untuk mobilitas sehari-hari. Pengendara berharap pemerintah bisa cepat mengambil langkah untuk memperbaiki situation, agar warga tidak perlu menghabiskan waktu berlama-lama dalam antrean yang dapat mengganggu aktivitas mereka.