- Petugas menyita puluhan barang terlarang dari anak binaan LPKA Kelas I Blitar.
- Razia ini merupakan langkah rutin untuk menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lembaga.
- Hasil tes urine menunjukkan satu pegawai positif karena obat resep, bukan karena penyalahgunaan narkoba.
LPKA Kelas I Blitar baru-baru ini melaksanakan razia gabungan yang menyeluruh di 15 kamar hunian anak binaan, yang diikuti oleh petugas dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Blitar. Razia ini mencakup tiga blok hunian dan bertujuan untuk menegakkan ketertiban dan keamanan di dalam lembaga pemasyarakatan. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menyita sejumlah barang terlarang, mulai dari kain perca yang dimodifikasi menjadi benda tajam, kartu domino, paku, hingga kantong plastik. Hal ini dilakukan guna mencegah potensi penyalahgunaan barang-barang tersebut yang bisa membahayakan para anak binaan, baik itu untuk tindakan bunuh diri maupun melukai satu sama lain. Kepala LPKA Kelas I Blitar, Jaka Prihatin, menyatakan bahwa semua barang sitaan akan dimusnahkan sesuai dengan prosedur operasional standar Pemasyarakatan.
Jaka menegaskan bahwa razia ini adalah bagian dari kegiatan rutin untuk mendeteksi dini segala bentuk gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) di LPKA. Berdasarkan peraturan yang berlaku, anak binaan dilarang memiliki senjata tajam, alat elektronik, serta barang yang dapat menimbulkan gangguan kamtib lainnya. Penggeledahan dilakukan secara humanis dan profesional dengan melibatkan perwakilan dari anak binaan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap prosesnya.
Sementara itu, dalam upaya mendeteksi penyalahgunaan narkoba, BNNK Blitar juga melaksanakan tes urine kepada 20 individu di LPKA, terdiri dari 13 pegawai dan 7 anak binaan kasus narkoba. Dari hasil tes tersebut, satu pegawai teridentifikasi positif mengandung BZO, yang kemudian dijelaskan sebagai akibat dari konsumsi obat Braxidin yang diresepkan dokter untuk kondisi medis tertentu. Hal ini memastikan bahwa tidak ada indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan LPKA Kelas I Blitar. Kepala BNNK Blitar, AKBP Wahjudi Santoso, menegaskan bahwa lembaga ini tetap bersih dari peredaran narkoba, dengan langkah-langkah preventif yang terus digalakkan.